Denpasar – Ganesha Indonesia bersama Universitas Ngurah Rai (UNR) membahas peluang pengembangan pendidikan tinggi bagi praktisi industri melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program tersebut diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi tenaga profesional untuk memperoleh gelar sarjana dengan memanfaatkan pengalaman kerja yang telah dimiliki.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan yang melibatkan unsur pimpinan universitas, fakultas, program studi, serta tim Ganesha Indonesia di Kampus Universitas Ngurah Rai, Denpasar. Pertemuan difokuskan pada penguatan sinergi antara dunia industri dan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Direktur Ganesha Indonesia, Dr. Mardiki Supriadi, S.T., M.T., mengatakan bahwa kebutuhan akan peningkatan kualifikasi akademik di kalangan praktisi industri terus meningkat. Banyak tenaga profesional yang telah memiliki pengalaman kerja bertahun-tahun, namun belum memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan tinggi.
“Dunia industri memiliki banyak profesional yang kompeten dan berpengalaman. Melalui skema RPL, pengalaman tersebut dapat diakui sebagai bagian dari proses pendidikan sehingga membuka peluang untuk memperoleh kualifikasi akademik secara lebih efektif tanpa mengurangi kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, Universitas Ngurah Rai memaparkan pelaksanaan Program RPL pada Program Studi Teknik Sipil. Program ini memberikan kesempatan kepada peserta yang memiliki pengalaman kerja, sertifikasi profesi, pelatihan, maupun portofolio pekerjaan yang relevan untuk mendapatkan pengakuan akademik melalui proses asesmen. Hasil asesmen tersebut dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS) sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui mekanisme tersebut, masa studi sarjana dapat ditempuh lebih singkat dibandingkan jalur reguler. Berdasarkan skema yang dipaparkan, peserta RPL berpeluang menyelesaikan pendidikan dalam waktu sekitar 1,5 hingga 2 tahun, tergantung hasil asesmen dan jumlah SKS yang berhasil direkognisi. Perkuliahan juga dirancang secara daring untuk memberikan fleksibilitas bagi peserta yang tetap aktif bekerja.
Selain membahas program RPL, kedua pihak juga mendiskusikan peluang kerja sama yang lebih luas di bidang pengembangan kompetensi profesional, pendidikan berkelanjutan, publikasi ilmiah, serta penguatan hubungan antara dunia pendidikan dan industri.
Ganesha Indonesia sendiri merupakan lembaga yang bergerak dalam pengembangan talenta, kompetensi profesional, publikasi, riset, dan pengembangan karier di bidang Hospitality Engineering. Melalui berbagai program yang dijalankan, lembaga ini berupaya membangun jalur pengembangan sumber daya manusia yang terintegrasi mulai dari dunia kerja, pengakuan kompetensi, hingga pendidikan akademik dan profesi.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri guna menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan di masa depan.
(rls)