Selamat Hari Suci Sugihan Jawa,
Karangasem, 11 Juni 2026 – Dalam rangka menyambut Hari raya Galungan dan Kuningan, Ganesha Indonesia melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Silayukti.
hari ini yang bertepatan dengan hari suci Sugihan Jawa. Sugihan memiliki makna pembersihan. Sugihan Jawa jatuh pada hari Kamis, Wage, Wuku Sungsang. Menurut Lontar Sundarigama, Sugihan Jawa memiliki makna menyucikan Bhuana Agung atau alam makrokosmos. Lontar tersebut mengungkapkan, Hari Sugihan Jawa merupakan “Pasucian Dewa Kalinggania Pamrastista Batara Kabeh“. Artinya, hari penyucian semua Dewa atau Bhatara sebagai kekuatan suci Tuhan atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dalam pelaksanaannya, umat Hindu melakukan upacara untuk membersihkan segala tempat dan peralatan upacara di masing-masing tempat suci. Persembahan atau sarana upacara yang dihaturkan adalah Sesayut Tutwam, yang berguna untuk menarik kebahagiaan. Tentunya, pelaksanaan upacara Sugihan Jawa lebih besar dari Sugihan Bali.

Pura Silayukti adalah tempat ibadah suci umat Hindu. Kata dari Silayukti itu berasal dari kata sila yang berarti dasar serta yukti yang artinya benar. Jika kedua kata ini digabung dapat bermakna dasar dari sebuah kebenaran. Umat yang datang untuk sembahyang di pura ini biasanya memegang teguh kebenaran. Tempat suci umat Hindu yang khas dengan pemandangan menarik ini berada di Provinsi Bali, Kabupaten Karangasem tepatnya ada di Desa Padangbai, Jalan Silayukti Padangbai, Kecamatan Manggis. Lokasi Pura Silayukti sekitar 15 menit perjalanan dari kampus HEA (Ganesha Indonesia) di tepi pantai Yeh Malet. Pura Silayukti merupakan salah satu pura yang memiliki pesona keindahan dataran tinggi di dekat hamparan lautan. Di sekitar dataran itu terdapat beberapa tebing yang menawan menghiasi berwarna kehijauan. Di kawasan Pura ini umat juga dapat menikmati suasana senja di sore hari, persembahyangan sambil menunggu pemandangan langit jingga dengan suasana yang asri.
Pengurus dan staf Ganesha Indonesia dipimpin langsung oleh Bapak Direktur Dr. Mardiki Supriadi dan Ibu Kaprodi Dr Duwi Antari melaksanakan persembahyangan bersama ke Pura Silayukti, menghaturkan rasa syukur atas keberhasilan selama ini, dan memohon bimbingan tuntunan Ida Betara untuk kegiatan kedepannya. Persembahyangan bersama sambil menikmati keindahan alam yang tercipta di sekitar Pura Silayukti. Harmonisasi tercipta antara sesama keluarga HEA, dengan alam, dan dengan Sang Pencipta. Rahayu.